SIDOARJO,penarealita id. – Pepatah Latin Mens sana in corpore sano hingga kini masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan yang dikenal luas sebagai “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” tersebut mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan kesehatan mental merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Pepatah tersebut berasal dari penyair Romawi, Juvenal, dalam karyanya Satire X. Dalam perkembangannya, ungkapan itu kerap digunakan untuk menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebugaran jasmani, kesehatan pikiran, serta ketangguhan mental.
Pesan tersebut juga menjadi bagian dari pandangan Pimred media online PENA REALITA.ID, Agung Harry F., CPI, CPA, yang juga merupakan pemegang sabuk hitam karate Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia).
Menurut Agung Harry F., menjaga kesehatan tubuh bukan semata-mata berkaitan dengan penampilan atau kekuatan fisik. Lebih dari itu, kebugaran tubuh dapat menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan aktivitas, termasuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pers.
“Mens sana in corpore sano mengajarkan kepada kita bahwa kesehatan fisik dan mental harus berjalan beriringan. Tubuh yang sehat akan mendukung pikiran yang lebih jernih, sementara mental yang kuat akan membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan,” ujar Agung.
Olahraga Membentuk Disiplin dan Mental
Sebagai seorang yang menekuni olahraga karate hingga tingkat sabuk hitam, Agung menilai olahraga memiliki banyak manfaat yang tidak hanya dirasakan secara fisik.
Latihan olahraga, khususnya bela diri, membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, pengendalian diri, keberanian dan kemampuan untuk menghadapi tekanan. Nilai-nilai tersebut menurutnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan profesi.
Karate tidak hanya mengajarkan bagaimana seseorang melakukan teknik pukulan, tendangan maupun pertahanan. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter yang menekankan sikap disiplin, rasa hormat, tanggung jawab dan pengendalian emosi.
“Karate bukan hanya soal kekuatan fisik. Ada disiplin, kesabaran, konsentrasi dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut justru sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Agung, seseorang yang memiliki kondisi fisik yang baik akan lebih mudah menjalankan aktivitas dengan produktif. Sebaliknya, kondisi tubuh yang kurang bugar dapat memengaruhi konsentrasi, semangat dan kemampuan seseorang dalam menjalankan rutinitas.
Kesehatan Mental Tidak Boleh Diabaikan
Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, kesehatan mental juga menjadi perhatian penting. Beban pekerjaan, tekanan kehidupan, persoalan ekonomi, serta derasnya arus informasi dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Karena itu, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi tubuh. Seseorang juga perlu memiliki waktu untuk beristirahat, berolahraga, berinteraksi dengan lingkungan sosial yang positif dan mengelola tekanan secara bijaksana.
Agung menilai aktivitas fisik dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan kehidupan. Namun, ia menekankan bahwa olahraga bukan satu-satunya faktor dalam menjaga kesehatan mental.
“Kita harus bisa menjaga keseimbangan. Bekerja penting, tetapi tubuh juga perlu bergerak dan pikiran membutuhkan istirahat. Jangan sampai karena mengejar aktivitas dan pekerjaan, kesehatan justru diabaikan,” katanya.
Wartawan Dituntut Memiliki Kondisi Prima
Sebagai pimpinan redaksi media online, Agung memahami bahwa profesi wartawan memiliki dinamika tersendiri. Wartawan dituntut mampu bergerak cepat, melakukan peliputan di lapangan, melakukan wawancara, mencari informasi, melakukan verifikasi hingga menyusun berita.
Kondisi tersebut membutuhkan stamina sekaligus konsentrasi. Seorang wartawan juga dituntut mampu bekerja secara profesional dan tetap menjaga objektivitas ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Menurutnya, kesehatan fisik dan mental menjadi salah satu faktor pendukung agar wartawan dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan baik.
“Wartawan bekerja dengan pikiran dan juga membutuhkan aktivitas fisik. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi bagian penting agar kita bisa tetap produktif dalam menjalankan tugas jurnalistik,” jelasnya.
Olahraga Sebagai Investasi Jangka Panjang
Agung juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, maupun olahraga yang disukai dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini merupakan bentuk investasi jangka panjang. Tubuh yang terjaga kebugarannya dapat membantu seseorang menjalani berbagai aktivitas dengan lebih optimal.
Namun, olahraga juga harus dilakukan secara proporsional. Setiap orang perlu menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh serta kemampuannya.
Semangat Mens Sana in Corpore Sano
Pepatah Mens sana in corpore sano pada akhirnya bukan sekadar kalimat motivasi. Filosofi tersebut mengandung pesan tentang pentingnya keseimbangan kehidupan.
Tubuh membutuhkan perhatian melalui pola hidup sehat dan aktivitas fisik. Sementara itu, pikiran dan mental membutuhkan ketenangan, lingkungan yang baik, istirahat yang cukup serta kemampuan mengelola tekanan.
Bagi Agung Harry F., olahraga dan disiplin merupakan bagian dari proses membangun karakter. Pengalaman menekuni karate hingga sabuk hitam di Lemkari menjadi salah satu perjalanan yang mengajarkan pentingnya konsistensi dan ketahanan mental.
“Jangan menunggu sakit baru kita sadar pentingnya kesehatan. Mari mulai dari hal sederhana, menjaga tubuh, menjaga pikiran, berolahraga sesuai kemampuan dan menjalani kehidupan dengan disiplin,” pesannya.
Dengan demikian, Mens sana in corpore sano tetap memiliki makna yang kuat di tengah kehidupan modern. Kesehatan fisik dan mental bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dua unsur yang perlu dijaga secara bersama-sama untuk membangun manusia yang produktif, disiplin dan memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
(Gung)















