SIDOARJO,penarealita.id.Sebagai bentuk nyata kecintaan dan upaya menjaga warisan leluhur Nusantara, Pemimpin Redaksi (Pemred) media online penarealita.id,Agung Harry F.,CPI,CPA secara khusus memamerkan sebuah mahakarya seni tradisional berupa Keris Bethok Liong Kamardikan. Pameran pusaka ini menjadi sorotan karena memadukan unsur estetika tinggi, filosofi mendalam budaya Jawa, serta sentuhan kreativitas era kemerdekaan.
Pimred media online penarealita.id memamerkan koleksi pusaka bernilai seni tinggi, yakni sebilah Keris Bethok Liong Kamardikan lengkap dengan warangka dan landasan pajangnya yang elegan berbahan kayu. Keris ini memiliki bentuk bilah bethok yang khas, berukuran relatif lebar dan pendek, serta dihiasi ukiran ornamen naga (liong) bersepuh emas yang meliuk indah di sepanjang bilahnya.
Aksi pelestarian budaya ini dimotori langsung oleh Pemimpin Redaksi penarealita.id, yang bertindak sebagai figur publik sekaligus kolektor dan pemerhati pusaka tradisional. Langkah ini diambil untuk menunjukkan bahwa kalangan media digital juga memiliki tanggung jawab moral dalam merawat tradisi lokal.
Penayangan wujud keris eksklusif ini dipublikasikan melalui platform media online penarealita.id serta ruang galeri redaksi sebagai bagian dari sarana edukasi kebudayaan bagi masyarakat luas dan pembaca setianya.
Publikasi budaya ini dilaksanakan secara berkelanjutan untuk merespons minimnya ruang edukasi pusaka tradisional, di mana dokumentasi visual keris bethok berornamen liong ini mulai diperkenalkan ke ruang publik digital.
Pelestarian Budaya: Menjaga agar warisan leluhur masyarakat Jawa tidak punah di tengah gempuran arus modernisasi dan digitalisasi global.
Edukasi Publik: Memperkenalkan filosofi di balik dapur keris bethok serta simbolisme naga (liong) era kamardikan kepada generasi muda.
Identitas Media: Menunjukkan bahwa media online tidak hanya menyajikan berita informatif, tetapi juga aktif menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Keris Bethok Liong Kamardikan tersebut ditampilkan dengan sangat artistik. Bilahnyar yang berwarna gelap kontras dengan ukiran liong berwarna keemasan. Keris disandingkan bersama warangka (sarung keris) dari kayu bermotif serat alami yang indah serta ditempatkan padadudukan (stand) kayu beralas kain hitam beludru, menciptakan kesan sakral sekaligus megah.
Melalui langkah ini, penarealita.id berharap masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, semakin tertarik untuk mengenal, mencintai, serta bangga terhadap kekayaan seni budaya Nusantara yang adiluhung.
(Gung)















