SIDOARJO,penarealita.id – Berbagi kepada sesama tidak selalu harus menunggu seseorang memiliki harta berlebih. Di tengah kesibukan menjalani kehidupan sehari-hari, masih ada orang yang menyempatkan diri menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain.
Salah satunya dilakukan Muhammad Asri, pria asal Makassar yang kini dikenal memiliki kebiasaan berbagi nasi kotak setiap Jumat.
Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan makanan, tetapi menjadi bentuk kepedulian kepada sesama sekaligus cara sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Setiap Jumat, Asri berusaha menyediakan nasi kotak untuk dibagikan kepada masyarakat yang ditemuinya dan dianggap membutuhkan. Jumlah yang dibagikan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada.
Menurut Asri, dirinya tidak melakukan kegiatan tersebut karena merasa sebagai orang yang paling mampu.
Justru sebaliknya, pengalaman hidup membuatnya memahami bahwa tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama.
“Kadang kita memberi bukan karena kita kaya, tapi karena kita tahu bagaimana rasanya ketika tak punya apa-apa,” ujar Muhammad Asri.
Kalimat tersebut menjadi prinsip yang terus dipegangnya dalam menjalankan kegiatan Jumat berkah.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Kaya
Bagi Asri, berbagi bukan tentang seberapa besar jumlah yang diberikan. Hal yang paling penting adalah niat dan keikhlasan.
Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu kaya terlebih dahulu untuk bisa membantu orang lain. Selama ada kemauan dan kemampuan, berbagi dapat dilakukan dengan cara sederhana.
Satu nasi kotak mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi seseorang yang belum makan atau sedang mengalami keterbatasan ekonomi, makanan tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Karena itu, Asri memilih makanan sebagai salah satu bentuk berbagi yang dilakukannya setiap Jumat.
Baginya, nasi kotak bukan hanya sekadar makanan. Di dalamnya terdapat kepedulian, perhatian dan pesan bahwa masih ada orang yang mau berbagi tanpa melihat latar belakang penerimanya.
Jumat Menjadi Momentum Berbagi
Kegiatan berbagi nasi kotak tersebut dilakukan setiap hari Jumat. Hari Jumat dipilih karena memiliki makna tersendiri bagi banyak masyarakat sebagai waktu yang baik untuk meningkatkan kepedulian dan mempererat hubungan sosial.
Asri memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagi kepada masyarakat.
Asri memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada masa ketika seseorang memiliki banyak hal, tetapi ada pula masa ketika seseorang harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena pernah memahami arti keterbatasan, Asri tidak ingin menutup mata terhadap kondisi orang lain.
Baginya, ketika seseorang memiliki kesempatan untuk membantu, tidak ada salahnya berbagi meskipun jumlahnya tidak banyak.
“Yang penting bisa berbagi dan bermanfaat untuk orang lain. Tidak harus banyak. Semampu kita,” ungkapnya.
Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Tidak perlu menunggu memiliki kekayaan melimpah. Tidak perlu menunggu menjadi seorang tokoh. Bahkan seseorang yang kehidupannya biasa-biasa saja tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Sebungkus Nasi, Sejuta Makna
Nasi kotak yang dibagikan Asri mungkin hanya berupa makanan sederhana. Namun di baliknya terdapat cerita tentang kepedulian manusia terhadap manusia lainnya.
Bagi penerima, nasi tersebut dapat menjadi sarapan atau makan siang. Bagi sebagian lainnya, mungkin menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kehidupan.
Inilah yang membuat kegiatan berbagi memiliki nilai lebih dari sekadar nominal.
Ketika seseorang memberikan sesuatu dengan ikhlas, penerima bukan hanya mendapatkan barang atau makanan, tetapi juga mendapatkan perhatian.
Pada titik inilah kegiatan Jumat berkah memiliki makna sosial yang kuat.
Kebaikan kecil yang dilakukan secara rutin dapat menjadi kebiasaan positif. Bahkan, bukan tidak mungkin kebiasaan tersebut menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa.
Tidak Mencari Pujian
Berbagi juga tidak harus selalu dipublikasikan. Kebaikan tidak semestinya menjadi ajang untuk menunjukkan siapa yang paling dermawan.
Bagi Asri, yang terpenting adalah kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi penerima.
Ketika seseorang mampu berbagi tanpa merendahkan orang yang menerima, maka hubungan sosial yang tercipta menjadi lebih manusiawi.
Sebab siapa pun bisa berada dalam posisi membutuhkan.
Hari ini seseorang mungkin memiliki rezeki lebih dan mampu membantu. Namun tidak ada yang mengetahui bagaimana keadaan kehidupan seseorang di masa depan.
Karena itu, sikap saling membantu menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengajarkan Arti Kepedulian
Kebiasaan Muhammad Asri berbagi nasi kotak setiap Jumat juga menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan siapa saja.
Tidak harus dalam jumlah besar. Tidak harus melalui kegiatan resmi. Tidak harus menunggu ada program besar.
Kebaikan dapat dimulai dari lingkungan sekitar.
Melihat seseorang membutuhkan makanan, membantu semampunya. Melihat orang kesulitan, memberikan pertolongan. Melihat tetangga sedang menghadapi persoalan, menawarkan bantuan.
Hal-hal sederhana seperti itu apabila dilakukan bersama-sama dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli.
Jumat berkah akhirnya bukan hanya tentang nasi kotak yang dibagikan. Lebih jauh dari itu, terdapat pesan tentang pentingnya berbagi dan menjaga rasa kemanusiaan.
Karena Kita Pernah Berada di Titik Tidak Punya Apa-Apa
Kehidupan mengajarkan bahwa keberadaan seseorang hari ini tidak menjamin kondisi yang sama di masa mendatang.
Ada saat seseorang berada di atas, ada pula saat harus berada di bawah. Ada waktu ketika kebutuhan dapat terpenuhi dengan mudah, tetapi ada pula masa ketika membeli makanan saja menjadi persoalan.
Karena itulah pengalaman merasakan kekurangan dapat menjadi pelajaran penting untuk lebih menghargai sebuah pemberian.
Muhammad Asri memilih menjadikan pengalaman dan kesadarannya tersebut sebagai alasan untuk berbagi.
Setiap nasi kotak yang dibagikan pada Jumat berkah menjadi pesan sederhana bahwa kebaikan tidak mengenal ukuran.
Memberi bukan karena kita kaya.
Memberi karena kita tahu bagaimana rasanya ketika tidak punya apa-apa.
Dan ketika sebuah nasi kotak berpindah dari tangan seorang pemberi kepada seseorang yang membutuhkan, yang sebenarnya ikut berpindah bukan hanya makanan.
Ada harapan.
Ada kepedulian.
Ada rasa kemanusiaan.
Serta ada pesan bahwa di tengah kehidupan yang semakin sibuk, masih ada orang yang memilih berhenti sejenak untuk memikirkan orang lain.
Bagi Muhammad Asri, mungkin itulah makna sebenarnya dari Jumat berkah: berbagi sesuai kemampuan, membantu dengan ketulusan, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
(Gung)















